Sabtu, 27 April 2013

RAHASIA KEMATIAN


Ada tiga rahasia kematian yang harus senantiasa membuat manusia mawas diri. rahasia kematian itu ada tiga yakni;
1. Rahasia Waktu,
2. Rahasia Tempat, dan
3. Rahasia Cara
Allah merahasiakan (katiganya itu) agar kita selalu siap setiap saat. Jangan menunda amal ibadah, jangan menynda tobat, jangan main dengan maksiat, jangan menyia-nyiakan waktu kebersamaan-kapan pun, di manapun- yang penting khunul khotimah. (KH. Abdullah Gymnastiar)

Senin, 23 Juli 2012

Kisah Kucing Nabi Muhammad saw.



NABI Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.
Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.
Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.
Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.
Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.
Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).
Nabi menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.
Kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?
Keistimewaan Kucing
Fakta Ilmiah 1 :
Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.
Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.
Fakta Ilmiah 2 :
Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.
Hasil yang didapatkan adalah:
-       Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
-       Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
-       Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
-       Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
-       Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.
-       Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.
Komentar Para Dokter Peneliti
-       Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing.
-       Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
-       Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing,
-       Manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.
-       Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
-       Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll)
-       Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air.
-       Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Fakta Ilmiah 3 :
Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih daripada manusia.

Fakta Ilmiah Tambahan :

Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.
Sisa makanan kucing hukumnya suci.
Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.
Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).
Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata,
“Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.
Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”
Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.
Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.
Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).
Hadis ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, Liurnya bersih dan membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia. Mungkin ini pula-lah mengapa Rasulullah SAW sangat sayang kepada Muezza, Kucing kesayangannya. [fzl/islampos/berbagaisumber]

Senin, 11 Juni 2012

APA HEBATNYA SHOLAT DI AWAL WAKTU



http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/578654_146129862183708_1843727938_n.jpg 
APA HEBATNYA SOLAT DI AWAL WAKTU?

Setiap peralihan waktu solat sebenarnya menunjukkan perubahan tenaga alam ini yang boleh diukur dan dicerap melalui perubahan warna alam.
Rasanya fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang terlibat dalam bidang fotografi, betul tak?

WAKTU SUBUH

Sebagai contoh, pada waktu Subuh alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh.
Jadi warna biru muda atau waktu Subuh mempunyai rahsia berkaitan dengan penawar/rezeki dan komunikasi.

Mereka yang kerap tertinggal waktu Subuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rezeki.
Ini kerana tenaga alam iaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad bercantum (keserentakan ruang dan masa) - dalam erti kata lain jaga daripada tidur.

Di sini juga dapat kita cungkil akan rahsia diperintahkan solat di awal waktu.
Bermulanya saja azan Subuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum.
Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonan pada waktu rukuk dan sujud.
Jadi mereka yang terlewat Subuhnya sebenar sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.


WAKTU DZOHOR
Warna alam seterusnya berubah ke warna hijau (Isyraq & Dhuha) dan kemudian warna kuning menandakan masuknya waktu Zohor.
Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem penghadaman.
Warna kuning ini mempunyai rahsia yang berkaitan dengan keceriaan.
Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Zuhurnya berulang-ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat cerianya.
 Orang yang tengah sakit perut ceria tak?

WAKTU ASAR
Kemudian warna alam akan berubah kepada warna oren, iaitu masuknya waktu Asar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovari dan testis yang merangkumi sistem reproduktif.
Rahsia warna oren ialah kreativiti.
Orang yang kerap tertinggal Asar akan hilang daya kreativitinya dan lebih malang lagi kalau di waktu Asar ini jasad dan roh seseorang ini terpisah (tidur la tu).
Dan jangan lupa, tenaga pada waktu Asar ni amat diperlukan oleh organ-organ reproduktif kita.

WAKTU MAGRIB
Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah.
Ini kerana spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka resonan dengan alam.
Mereka yang sedang dalam perjalanan juga seelok-eloknya berhenti dahulu pada waktu ini (solat Maghrib dulu la) kerana banyak interferens (pembelauan) berlaku pada waktu ini yang boleh mengelirukan mata kita.
Rahsia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, pada frekuensi otot, saraf dan tulang.

WAKTU ISYAK
Apabila masuk waktu Isyak, alam berubah ke warna Indigo dan seterusnya memasuki fasa Kegelapan.
Waktu Isyak ini menyimpan rahsia ketenteraman dan kedamaian di mana frekuensinya bersamaan dengan sistem kawalan otak.
Mereka yang kerap ketinggalan Isyaknya akan selalu berada dalam kegelisahan.
Alam sekarang berada dalam Kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam.
Tidur pada waktu ini dipanggil tidur delta di mana keseluruhan sistem tubuh berada dalam kerehatan.

QIAMULLAIL
Selepas tengah malam, alam mula bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu dan seterusnya ungu di mana ianya bersamaan dengan frekuensi kelenjar pineal, pituitari, talamus dan hipotalamus.
Tubuh sepatutnya bangkit kembali pada waktu ini dan dalam Islam waktu ini dipanggil Qiamullail.
Begitulah secara ringkas perkaitan waktu solat dengan warna alam.
Manusia kini sememangnya telah sedar akan kepentingan tenaga alam ini dan inilah faktor adanya bermacam-macam kaedah meditasi yang dicipta seperti taichi, qi-gong dan sebagainya.
Semuanya dicipta untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh.
Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur kerana telah di’kurniakan’ syariat solat oleh Allah s.w.t tanpa perlu kita memikirkan bagaimana hendak menyerap tenaga alam ini.
Hakikat ini seharusnya menginsafkan kita bahawa Allah s.w.t mewajibkan solat ke atas hamba-Nya atas sifat pengasih dan penyayang-Nya sebagai pencipta kerana Dia tahu hamba-Nya ini amat-amat memerlukan-Nya.

Jumat, 08 Juni 2012

NASEHAT DARI PENGALAMAN HIDUP



Diriwayatkan dari Syaqiq Al-Bajaly rahimahullah, bahwa beliau bertanya kepada muridnya Hatim, “Engkau telah menemaniku dalam kurun waktu (yang lama). Lalu apakah yang engkau telah pelajari dari ku?”

Hatim rahimahullah menjawab : (Saya telah mempelajari) delapan perkara :

PERTAMA : Saya melihat kepada makhluk, ternyata setiap orang memiliki kecintaan. Namun jika ia telah mencapai kuburnya maka kecintaannya akan berpisah darinya. Maka saya pun menjadikan (amalan-amalan) kebaikanku sebagai kecintaanku agar ia senantiasa bersamaku di alam kubur.

KEDUA : Saya melihat kepada Firman Allah Ta’ala, “(Dan orang-orang yang) menahan diri dari keinginan hawa nafsunya.” [An-Nazi'at: 40], maka saya pun bersungguh-sungguh menolak hawa nafsu dari diriku sehingga senantiasa tetap di atas ketaatan kepada Allah Ta’ala.

KETIGA : Saya melihat setiap orang yang memiliki sesuatu yang berharga baginya, pasti ia akan senantiasa menjaganya. Kemudian saya memperhatikan Firman (Allah) Subhanahu wa Ta’ala, “Apa yang disisimu akan sirna, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” [An-Nahl: 96], maka setiap kali saya memiliki sesuatu yang berharga, pasti saya hadapkan kepada-NYA agar ia kekal untukku di sisi-Nya.

KEEMPAT : Saya melihat manusia kembali kepada harta, kedudukan dan kehormatan, sedangkan itu tidak (berarti) sedikit pun. Kemudian saya mencermati Firman (Allah) Ta’ala, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Alllah ialah orang yang paling bertakwa di antara kalian.” [Al-Hujurat: 13], maka saya pun beramal dengan ketakwaan agar saya menjadi mulia di sisi-Nya.

KELIMA : Saya melihat manusia salaing mendengki (hasad). Lalu saya memperhatikan Firman (Allah) Ta’ala, “KAMI telah menentukan antara mereka penghidupan mereka.” [Az-Zukhruf: 32], maka saya pun meninggalkan hasad.

KEENAM : Saya melihat manusia saling bermusuhan. Kemudian saya mencermati Firman (Allah) Ta’ala, “Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh bagi kalian, maka anggaplah ia sebagai musuh.” [Fathir: 6], maka saya pun meninggalkan permusuhan mereka dan saya jadikan syaithan sebagai musuh satu-satunya.

KETUJUH : Saya melihat mereka menghinakan diri-diri mereka dalam mencari rezki. Lalu saya mencermati Firman (Allah) Ta’ala, “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya.” [Hud: 6], maka saya pun menyibukkan diriku dengan apa-apa yang merupakan hak Allah terhadapku dan saya tinggalkan apa yang untukku di sisi-Nya.

KEDELAPAN : Saya melihat mereka bergantung (tawakkal) pada pegangan usaha dan kesehatan badan, maka saya pun bertawakkal hanya kepada Allah.

[Bahajatul Majalis Wa Anisul Muqim Wal Musafir Juz II hal 12-13]

__

Sumber : Majalah An-Nashihan Volume 12 Tahun 1428H/2007M - Rubrik Mutiara Salaf 

Senin, 04 Juni 2012

OBAT ROHANI




Pada suatu hari seorang pasien datang kepada seorang arif (Sofyan r.a).
Pasien itu bertanya, "Aku menderita penyakit jauh dari Alloh Ta 'Ala.Tolong beri aku obat".
Sofyan r.a. berkata: "Hendaklah kau mengambil beberapa akar keikhlasan, daun-daunan kesabaran dan perahan kerendahan hati. Letakkanlah semua dalam wadah ketaqwaan, lalu tuangkanlah ke dalam cairan rasa takut, Kemudian godog dengan api kesedihan, Saringlah dengan saringan kewaspadaan, lalu ambillah ramuan itu dengan gelas istighfar yang telah dicampur dengan air kesholehan. Sesudah itu jauhkanlah dari rakus dan keserakahan. Insya Alloh dengan izin Alloh Ta 'Ala engkau akan sembuh dari penyakitmu itu".

AMBIL HIKMAHNYA



Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku,dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain. 

Hari pertama dia memaku 37 batang dipagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar. 

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata:

“Anakku, kamu sudah berlaku baik,tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.”

“Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka.” 
“Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya sama perihnya seperti luka fisik.” 
“Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka.” 
“Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat.” 
“Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.” 
“Tunjukkanlah kepada teman- temanmu betapa kau menyukai mereka.” 

Jumat, 25 Mei 2012

Semua Kembali Kepada Diri Sendiri


اِفْعَــلْ مَا شِئْـــتَ فَسَـيَأْتِــي الْيَـوْمُ الَّـذِي يفْعَــلُ بِـكَ كَمَـا فَعَلْــتَ، 
Lakukanlah sesukamu, tapi nanti akan datang suatu hari yg akan melakukan seperti apa yg telah kamu lakukan 
عِنْدَمَـا تظْلِـمُ، فَـسَتُظْلَـمُ يَوْمًا، 

Ketika kamu berbuat zholim, maka kamu akan terzholimi suatu hari nanti, 
عِنْدَمَا تَكْــذِبُ، فَـسَتُكْـذَبُ يَوْمًا، 

Ketika kamu berbohong, maka kamu akan dibohongi suatu hari nanti, 
فَافْعَــل الآن مَا تُحِـــبُّ أَنْ يفْعَــلَ بِـكَ غَـــدًا 

Maka berbuatlah sekarang ini apa-apa yg kamu sukai yg akan berlaku padamu esok hari. 

*** 
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا 
"Jika kamu berbuat baik, sebetulnya kamu berbuat baik untuk dirimu. Dan jika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah berbuat buruk atas dirimu pula" (QS. al-Isra’/17: 7 

Kenapa Islam Melarang Laki-laki Menggunakan Emas


Inilah tinjauan ilmiah atau analisa medisnya.. Para ahli fisika telah menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika kita ( pria ) mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam prosentase yang melebihi batas ( diikenal dengan sebutan " Migrasi Emas " ) Dan apabila ini terjadi, maka akan mengakibatkan penyakit Alzheimer. Alzheimer adalah suatu penyakit dimana orang tersebut kehilangan semua kemampuan mental dan fisik serta menyebabkan kembali seperti anak kecil. Alzheimer bukan penuaan normal, tetapi merupakan penuaan paksaan atau terpaksa. Dan mengapa Islam membolehkan wanita untuk mengenakan emas ? Wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui menstruasi. Ternyata Islam begitu hebat !. Dilarang oleh rasulullah ternyata karena ada dampak negatif. Padahal dulu, 1400 tahun yang lalu, belum ada para ahli fisika, tetapi Rasulullah sudah tahu. سُبْحَانَ اللّهُ. Indahnya islam indahnya berbagi.......

Sabtu, 01 Oktober 2011

Tali Temali Pengikat Perkawinan


1- CINTA
tahukah apa yg dinamai cinta, dan bagaimana anda menyuburkannya?
Ibn Hazm menulis :cinta awalnya permainan a dan akhirnya kesungguhan ia tidak dapat dillukiskan,tetapi harus dialami agar diketahui.Agama tidak menolaknya dan syariat pun tidak melarangnya,karena hati di tangan Tuhan, Dia yg membolak-balikannya.
Cinta sejati antar manusia terjalin bila ada yg sifat pd ygdicintai,yg terasa oleh yg mencintai sesuai dg sifat yg didambakannya,rasa inilah yg menjalin pertemuan antara kedua belah pihak,dalam saat yg sama dicintai dan mencintai.

2-MAWADDAH
ada sesuat di atas cinta yg seharusnya mengikat hub suami istri, mawaddah ,terambil dari kata w-d-d,,yg makna berkisar kelapangan dan kekosongan.mawaddah artinya kelapangan dada dan kekosongan jiwa dari kehendak buruk, ia adalah cinta plus, di dalam hatinya tidak lagi akan memutuskan hubungan-seperti yg biasa terjadi pd yg bercinta,itu disebabkan hatin;ya begitu lapang dan kosong dari keburukan sehingga pintu-pintunya pun telah tertutup untuk dihinggapi keburukan lahir dan bathin(yg mungkin datang dari pasangannya)

3-RAHMAH
adalah kondisi psikologis yg muncul di hati akibat menyaksikan ketidak berdayaan sehingga mendorong yg bersangkuta untuk melakukan pemberdayaan.Rahmah menghsilkan kesabaran,murah hati,tidak cemburu,tidak mencari keuntungan sendiri,tidak juga pemarah,apalagi pendendam,Ia menutupi segala sesuatu dan sabar menanggung segalanya
sementara mawaddah tidak mengenal batas dan berkesudahan.

4-AMANAH
AMANAH berasal dari akar kata yg sama dengan kata "aman", yg bermakna tenteram,juga sama dg kata "iman"
Istri adalah amanah dipelukan sang suami,dan suami pun amanah di pangkuan istri,tidak mungkin orang-tua dan keluarga masing-masing akan merestui perkawian tanpa adanya rasa percaya dan aman itu.
Ada seorang pria datang kepadan Umar r.a. dan menyampaikan rencanya untuk menceraikan istrinya lalu Khalifah Umar berkomentar "Menceraikan ?menceraikan? kalau demikian di mana engkau letakkan amanat yg engkau terima?" ini belliau ucapkan sambil membaca firman Allah Q.S. AN-NISA :19 amanah dipelihara dg mengingat Allah kebesaran,kekuasaan,kemurahan-Nya siramilah amanah ini dg shalat,kukuhkan ia dg berjamaah bersama pasangan,walaupun hanya sekali sehari.

Senin, 08 Agustus 2011

KEMANA PERGINYA DOA................



KEMANA PERGINYA DO'A? Jika berharap uang, ternyata yang datang hutang....Jika meminta kemudahan, yang hadir justru kesulitan....Jika doakan kesehatan, yang hampiri penyakit....Jangan kau tanya mengapa Allah tak kabulkan doa....Jangan kau paksa kapan Allah ijabahkan doa..
..Jangan kau heran mengapa Allah abaikan doa....Tapi tanyakan seperti apa tubuhmu bicara....Tanyakan seperti apa hatimu berkata....Apa Subuhmu menjelang dhuha?....Apa Dhuhurmu sisa waktu bisnis yg kau punya?....Apa Ashar-Maghrib mu terlalu dekat waktunya?....Apa Isya mu terlewat karena lelah yg ada....Jangan salahkan Allah....Jika kau kira bisa bebas berbuat dosa....Lalu bisa putihkan dengan Umroh tiap tahun adanya....Jangan salahkan Allah....Jika ayat suci hanya kau pilih beberapa....Surat Yusuf agar mendapatkan putera ganteng nan sholeh....Surat Maryam agar memperoleh puteri nan cantik sholehah....Surat Ar-Rahman agar berlimpah rejeki....Dan jangan salahkan Allah..
..Jika ayat-ayatNya tak pernah dibaca ataupun diamalkan dalam kehidupan nyata....Jika titah Allah hanya beban....Jika urusan Allah hanya dagang....Jangan harap kecintaanNya akan datang....Duhai Allah....Jagalah kami dari hal2 yg demikian....Satukan kami dalam ikatan cinta utk saling mengingatkan....Akan keberadaan dan kewajiban kami kepada-Mu.....

Selasa, 02 Agustus 2011

"40 Keajaiban Ramadhan"



Selama Ramadhan, Imam Syafi’i menghatamkan Al-Quran enam puluh kali, dua kali dalam semalam di dalam shalat. Inilah ‘rahasia 40 Keajaiban Ramadhan’

Selama Ramadhan, Allah memerintahkan seluruh penghuni surga berhias. Rasulullah Saw. bersabda:”…Adapun yang keempat, sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan surga-Nya, Ia berfirman: “Bersiap-siaplah, dan hiasilah dirimu untuk para hamba-Ku, sehingga mereka bisa segera beristirahat dari kelelahan (hidup di) dunia menuju negeri-Ku dan kemulyaan-Ku…” [HR. Baihaqi]. Itulah sisi menarik keajaiban bulan Ramadhan yang tak banyak orang tahu.

1. Ramadhan jalan menuju ketaqwaan

Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian puasa sebagaimana diwajibkan atas kaum sebelum kalian, agar kalian bertaqwa”. (Al Baqarah: 183).

Ayat di atas menerangkan bahwa puasa adalah sebab yang bisa mengantarkan pelakunya menuju ketaqwaan, karena puasa mampu meredam syahwat. Ini sesuai dengan salah satu penafsiran yang disebutkan Imam Al Qurthubi, yang berpatokan kepada hadits riwayat Imam Ahmad yang menyebutkan bahwa puasa adalah perisai.

2. Ramadhan bulan mujahadah

Para ulama’ salaf adalah suri tauladan bagi umat, mujahadah mereka dalam mengisi bulan Ramadhan amat perlu dicontoh. Seperti Imam Asyafi’i, dalam bulan Ramadhan beliau menghatamkan Al-Quran dua kali dalam semalam, dan ini dikerjakan di dalam shalat, sehingga dalam bulan Ramadhan beliau menghatamkan Al-Quran enam puluh kali dalam sebulan. Imam Abu Hanifah juga menghatamkan Al-Quran dua kali dalam sehari selama Ramadhan.

3. Puasa Ramadhan menumbuhkan sifat amanah

Wahbah Zuhaili dalam bukunya Al Fiqh Al Islami berpendapat bahwa puasa mengajarkan rasa amanat dan muraqabah di hadapan Allah Ta’ala, baik dengan amalan yang nampak maupun yang tersembunyi. Maka tidak ada yang mengawasi seseorang yang berpuasa agar menghindari hal-hal yang dilarang dalam berpuasa kecuali Allah Ta’ala

4. Puasa Ramadhan melatih kedisiplinan

Puasa juga melatih kedisplinan, Wahbah Zuhaili menjelaskan bahwa seorang yang berpuasa harus makan dan minum dalam waktu yang terbatas. Bahkan dalam berbuka puasapun harus disegerakan.

5. Puasa Ramadhan menumbuhkan rasa solidaritas sesama muslim

Wahbah Zuhali juga menjelaskan bahwa puasa Ramadhan menumbuhkan rasa solidaritas di antara sesama muslim. Pada bulan ini semua umat Islam, dari timur hingga barat diwajibkan untuk menjalankan puasa. Mereka berpuasa dan berbuka dalam waktu yang sama, dikarenakan mereka memiliki Rabb yang satu.

Seorang yang merasa lapar dan dahaga akhirnya juga bisa ikut merasakan kesengsaraan saudara-saudaranya yang kekurangan atau tertimpa bencana. Sehingga tumbuh perasaan kasih sayang terhadap umat Islam yang lain.

6. Puasa Ramadhan melatih kesabaran

Bulan Ramadhan adalah bulan puasa di mana pada siang hari kita diperintahkan meninggalkan makanan yang asalnya halal, terlebih lagi yang haram. Begitu pula di saat ada seseorang mengganggu kita. Rasulullah Saw. bersabda: “Bila seseorang menghina atau mencacinya, hendaknya ia berkata ‘Sesungguhnya aku sedang puasa.” (HR. Bukhari)

7. Puasa Ramadhan menyehatkan

Rasulullah bersabda: ”Berpuasalah, maka kamu akan sehat” (HR. Ibnu Sunni), ada yang menyatakan bahwa hadits ini dhoif, akan tetapi ada pula yang menyatakan bahwa derajat hadits ini sampai dengan tingkat hasan (lihat, Fiqh Al Islami wa Adilatuh, hal 1619).

Tapi makna matan hadist bisa tetap diterima, karena puasa memang menyehatkan. Al Harits bin Kaldah, tabib Arab yang pernah mengabdi kepada Rasulullah Saw. juga pernah menyatakan:”Lambung adalah tempat tinggal penyakit dan sedikit makanan adalah obatnya”.

8. Lailatul Qadar adalah hadiah dari Allah untuk umat ini

Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha’, dia telah mendengar dari seorang ahlul ilmi tsiqah yang telah mengatakan: “Sesungguhnya telah diperlihatkan usia-usia umat sebelumnya kepada Rasulullah Saw., atau apa yang telah Allah kehendaki dari hal itu, dan sepertinya usia umat beliau tidak mampu menyamai amalan yang telah dicapai oleh umat-umat sebelumnya, maka Allah memberi beliau Lailatul Qadar yang lebih baik daripada seribu bulan.” (HR. Malik).

9. Ramadhan bulan ampunan

Bulan Ramadhan adalah bulan ampunan, Rasulullah Saw. bersabda: “Dan siapa yang berpuasa Ramadhan dengan didasari keimanan dan pengharapan ridha Allah, diampunkan untuknya dosa yang telah lalu.” (HR. Bukhari)



10. Siapa yang dilihat Allah, maka ia terbebas dari adzab-Nya

Dari Jabir bin Abdullah ra. Rasulullah Saw. bersabda: ”Pada bulan Ramadhan umatku dianugerahi lima perkara yang tidak diberikan kepada nabi-nabi sebelumku. Yang pertama, sesungguhnya jika Allah melihat mereka di awal malam dari bulan Ramadhan, dan barang siapa yang telah dilihat Allah maka Ia tidak akan mengadzabnya selamanya…” (HR. Baihaqi).

11. Bau mulut orang berpuasa lebih harum dari misk di hadapan Allah

Rasulullah Saw. bersabda:”…Yang kedua, sesungguhnya bau mulut mereka ketika sore hari lebih harum di hadapan Allah daripada bau misk…” (HR. Baihaqi).

12. Di Bulan Ramadhan para malaikat meminta ampunan untuk umat ini

Rasulullah Saw. bersabda:”…Adapun yang ketiga, sesungguhnya para malaikat meminta ampunan untuk mereka siang dan malam…” (HR. Baihaqi).

13. Di bulan Ramadhan sorga berbenah diri

Rasulullah Saw. bersabda:”…Adapun yang keempat, sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan surga-Nya, Ia berfirman: “Bersiap-siaplah, dan hiasilah dirimu untuk para hamba-Ku, sehingga mereka bisa segera beristirahat dari kelelahan (hidup di) dunia menuju negeri-Ku dan kemulyaan-Ku…” (HR. Baihaqi).

14. Di malam akhir Ramadhan Allah mengampuni umat ini

Rasulullah Saw. bersabda: ”…Adapun yang kelima, sesungguhnya jika tiba malam terakhir Ramadhan Allah memberi ampun kepada mereka semua. Lalu bertanyalah seorang lelaki dari sebuah kaum: ”Apakah itu lailatul qadar? Ia bersabda:” Bukan, apakah kau tidak mengetahui perihal orang-orang yang bekerja, jika mereka selesai melakukan pekerjaan maka imbalannya akan dipenuhi. (HR. Baihaqi)

15. Pintu sorga dibuka, pintu neraka ditutup, syaitan dibelenggu

Rasulullah Saw. Bersabda: “Jika Ramadhan tiba dibukalah pintu sorga dan ditutuplah pintu neraka serta syaitan-syaitan dibelenggu. (HR. Bukhari).

Dalam Syarah Shahih Muslim, Qadhi Iyadh menjelaskan bahwa makna hadits di atas bisa bermakna haqiqi, yaitu pintu sorga dibuka, pintu neraka ditutup serta syaitan dibelenggu secara haqiqi, sebagai tanda datangnya Ramadhan sekaligus pemulyaan terhadapnya. Tapi bisa juga bermakna majaz yang mengisyaratkan besarnya pahala dan ampunan di bulan itu, sehingga syaitan seperti terbelenggu.

16. Pahala syuhada bagi yang melakukan kewajiban dan menghidupkan Ramadhan

Datanglah seorang laki-laki kepada Nabi Saw. Dan mengatakan: ”Wahai Rasulullah, tahukah anda jika saya telah bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan sesungguhnya anda adalah utusan Allah, aku juga telah melakukan shalat lima waktu, juga telah menunaikan zakat, serta aku telah berpuasa Ramadhan dan menghidupkannya, maka termasuk golongan siapakah saya? Rasulullah Saw. Bersabda: “Termasuk dari orang-orang yang sidiq dan syuhada’”. (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya)

17. Pahala amalan bulan Ramadhan berlipat ganda

Dari Salman ra., bahwasannya Rasulullah Saw. berkhutbah di hari terakhir bulan Sya’ban: ”Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan agung yang penuh berkah. Bulan yang terdapat di dalamnya sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang Allah jadikan puasa di dalamnya sebagai kewajiban, dan qiyamul lail sebagai hal yang disunnahkan, barang siapa mendekatkan diri di dalamnya dengan perbuat kebajikan, maka ia seperti mengerjakan kewajiban selainnya, dan barang siapa mengerjakan kewajiban di dalamnya, maka ia seperti mengerjakan tujuh puluh kewajiban selainnya…” (HR. Ibnu Huzaimah dalam Shahihnya)



18. Seluruh hari dalam Ramadhan memiliki keutamaan

Rasulullah Saw. bersabda: “…Dia adalah bulan yang permulaannya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, serta paripurnanya adalah pembebasan dari neraka…” (HR. Ibnu Huzaimah dalam Shahihnya)

19. Keutamaan memberi minum orang yang berpuasa

Allah akan memberi minum kelak di akhirat Rasulullah Saw. bersabda: “Dan barang siapa memberi minuman orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya dari telaga minuman yang tidak menghauskan hingga ia masuk ke dalam sorga”. (HR. Ibnu Huzaimah dalam Shahihnya).

20. Sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan

Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik sedekah yaitu sedekah di bulan Ramadhan.” (HR.Tirmidzi).

21. Doa mustajab di bulan Ramadhan

Diriwatkan dari Abu Umamah Ra, bahwa Rasulullah Saw. bersabda:”…Dan untuk setiap muslim di setiap hari dan petang (dalam bulan Ramadhan) doa yang mustajab (HR. Bazar).

Rasulullah juga bersabda:”Tiga yang tidak tertolak doanya, orang yang berpuasa hingga berbuka, imam adil, dan doa orang yang terdhalimi”. (HR. Tirmidzi)

22. Pahala umrah Ramadhan sama dengan haji

Rasulullah Saw. bersabda kepada seorang wanita Anshar:”Jika datang Ramadhan maka lakukanlah umrah, karena susungguhnya umrah dalam bulan itu setaraf dengan haji.” (HR. An Nasa’i).

23. Pahala i’tikaf di bulan Ramadhan sama dengan pahala 2 haji dan umrah

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Husain Ra. menyatakan, bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:”Barang siapa menjalankan i’tikaf selama sepuluh hari di bulan Ramadhan maka amalan itu seperti dua haji dan umrah (HR. Baihaqi)

24. Dalam Ramadhan terdapat malam yang istimewa (Lailatul Qadar)

Allah berfirman:”Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan”. (Al Qadr: 3).

Tentang ayat ini, Wahbah Zuhaili menjelaskan bahwa menghidupkan Ramadhan dan melakukan amalan di dalamnya lebih baik daripada menjalankan amalan dalam seribu bulan tanpa Ramadhan.

25. Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan

Allah Ta’ala berfirman: “Bulan Ramadhan yang diturunkan di dalamnya Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk itu, serta pemisah antara haq dan batil”. (Al Baqarah: 185)

Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah Ta’ala menyanjung bulan Ramadhan atas bulan-bulan yang lain, yaitu dengan memilihnya sebagai bulan dimana Al-Quran diturunkan di dalamnya.

26. Kitab-kitab suci diturunkan pada bulan Ramadhan

Rasulullah Saw. bersabda:”Shuhuf Ibrahim turun pada awal malam pertama bulan Ramadhan, dan Taurat turun pada hari ke enam bulan Ramadhan dan Injil pada hari ke tiga belas dari Ramadhan…” (HR. Ahmad).

27. Rasulullah mendapat wahyu pertama di bulan Ramadhan

Ketika Rasululah Saw. mendekati umur 40 tahun beliau selalu berpikir dan merenung serta berkeinginan kuat untuk mengasingkan diri (uzlah), akhirnya dengan mempersiapkan bekal makanan dan minuman beliau menuju gua Hira yang terdapat pada gunung Rahmah sebagai tempat beruzlah, yang berjarak dua mil dari kota Mekah. Uzlah ini dilakukan tiga tahun sebelum masa kerasulan. Tatkala datang Ramadhan pada tahun ketiga dari masa uzlah, turun kepada beliau Malaikat Jibril mewahyukan surat Al Alaq yang merupakan surat pertama yang diturunkan kepada Rasulullah Saw.

28. Perang Badar terjadi pada bulan Ramadhan

Perang Badar adalah pemisah antara yang haq dan yang batil, dan kaum muslimin sebagai simbol tauhid dan kemulyaan, meraih kemenangan atas kaum musyrikin sebagai simbol kekifiran dan kebodohan.

Peperangan terjadi pada hari Jum’at, 27 Ramadhan, tahun kedua setelah hijrah. Allah Ta’ala berfirman: “Dan benar-benar Allah telah menolong kalian di Badar sedangkan kalian dalam keadaan terhina, maka takutlah kalian kepada Allah, semoga kalian bersyukur”. (Ali Imran: 123).

Ibnu Abbas mengatakan:”Saat itu hari Jum’at, 27 Ramadhan, dan saat itu juga terbunuh Fir’aun umat, Abu Jahal, musuh terbesar umat Islam.

29. Mekah dikuasai pada bulan Ramadhan

Fathul Mekah adalah peristiwa besar, Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata”. (Al Fath:1).

Sebagian mufasirin berpendapat bahwa yang dimaksud kemenangan di sini adalah peristiwa Fathul Mekah, walau ada sebagian ulama’ yang menafsirkannya sebagai perjanjian Hudaibiya dan penaklukan negeri Rum.

Peristiwa itu terjadi pada hari, tanggal 20 atau 21 Ramadhan, tahun ke delapan hijriyah. Saat itulah semua berhala yang berada di sekitar Ka’bah dihancurkan.

30. Islam menyebar di Yaman pada bulan Ramadhan

Tahun ke sepuluh hijriyah pada bulan Ramadhan Rasulullah Saw. menunjuk Ali bin Abi Thalib guna menjadi pemimpin sejumlah pasukan untuk pergi ke penduduk Yaman dengan membawa surat yang berisi ajakan untuk memeluk Islam.
31. Sebagian peristiwa dalam perang Tabuk terjadi pada bulan Ramadhan

Ibnu Hisyam dalam Sirahnya menyebutkan bahwa persiapan perang Tabuk dilakukan sejak bulan Rajab, tahun ke 9 hijriyah untuk mengadapi Rum. Saat itu adalah masa-masa sulit bagi kaum Muslimin di Madinah, karena mereka sedang dilanda masa paceklik, serta cuaca panas yang amat menyengat, sehingga ada beberapa orang yang merasa berat hati untuk ikut serta dalam peperangan, seperti Ka’ab bn Malik.

Walau banyak hambatan, pada akhirnya kaum Muslimin pun berangkat ke Tabuk dengan jumlah yang cukup besar, yaitu sekitar 30.000 tentara.

Namun setelah pasukan kaum Muslimin sampai di Syam yang saat itu berada dalam kekuasaan Rum, pasukan musuh berlindung di dalam benteng-benteng mereka dan enggan keluar. Sehingga Syam bisa dikuasai dengan mudah oleh pasukan Islam dan kewajiban membayar jizyah diberlakukan kepada penduduk Syam yang saat itu beragama Nasrani.

32. Penghancuran berhala Uzza di Bulan Ramadhan

Ibnu Katsir menyebutkan dalam Al Bidayah wa An Nihayah bahwa pada 5 hari terakhir di bulan Ramadhan tahun ke lima hijriyah Rasulullah Saw. mengutus sejumlah pasukan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid guna menghancurkan rumah peribadatan yang digunakan untuk menyembah Uzza. Dan Rasulullah bersabda: “Uzza itu tidak akan diibadahi selamanya!”

33. Penghancuran Latta di Bulan Ramadhan

Ibnu Katsir menyebutkan dalam Al Bidayah wa An Nihayah, bahwa pada tahun ke sembilan hijriyah di bulan Ramadhan datanglah utusan kabilah Tsaqif dari Thaif kepada Rasulullah Saw. untuk menyatakan keislaman.

Karena kabilah Tsaqif sudah memeluk Islam maka Rasulullah dan para sahabat berinisiatif untuk menghancurkan berhala Latta yang biasa mereka sembah, akan tetapi mereka minta izin untuk menghancurkan berhala mereka sendiri, akhirnya Rasulullah Saw. pun mengizinkan. Tak lama kemudian, kabilah Tsaqif menghancurkan berhala mereka sendiri.

34. Andalus ditaklukkan pada bulan Ramadhan

Pada 27 Ramadhan tahun 92 H, pasukan Islam yang dipimpin oleh Thariq bin Ziyad berhasil memasuki Andalus dari arah pesisir, ini adalah hal yang diluar dugaan, sehingga Roderick, penguasa Visigoth Spanyol segera mempersiapkan pasukannya yang berjumlah 25.000.

Setelah menguasai Jabal Thariq dan membakar kapal-kapal yang telah digunakannya, Thariq bin Ziyad berkhutbah di depan pasukannya:”Lautan dibelakang kalian! Musuh di depan kalian!…”. Lalu pecahlah pertempuran antara 12.000 pasukan Muslimin melawan 100.000 tentara Roderick. Yang berakhir dengan tercerai-berainya pasukan Visigoth dan tewasnya Roderick.

35. Pasukan Islam di Andalus mengalahkan Faranjah di bulan Ramadhan

Di pagi hari Jum’at 20 Ramadhan 479 H terjadi peristiwa Zalaqah (yaitu dataran dekat wilayah Portugis). Di mana pasukan Islam yang melakukan penjagaan di wilayah Andalus yang dipimpinan Yusuf bin Tasyifin berhasil mengalahkan pasukan Faranjah (Franks) yang berjumlah 80.000 tentara yang dipimpin oleh Alfons VI yang juga tewas dalam pertempuran itu.

36. Pasukan Mongol dihancurkan di Palestina pada bulan Ramadhan

Hari Jum’at 15 Ramadhan 658 H pasukan Muslim yang dipimpin Saifuddin Qutuz, penguasa dinasti Mamalik di Mesir, berhasil menghancurkan 20.000 tentara Mongol yang dipimpin oleh Qitbuqa.

Para sejarawan menganggap bahwa peristiwa ini amat penting dalam sejarah penaklukan bangsa Mongol di Asia Tengah, dimana pasukan Mongol mengalami kekalahan telak atas kaum Muslimin dan tidak mampu membalas kekalahan itu, sebagaimana yang biasa mereka alami, hingga panglima perangnya Qitbuqa berhasil dieksekusi.

Peperangan ini terjadi di ‘Ain Jalut, yaitu sebuah desa yang terletak antara Bisan dan Nablus. Sehingga peperangan ini dikenal dengan peristiwa ‘Ain Jalut.

37. Pengepungan 60 ribu pasukan Rusia digagalkan oleh 15 ribu pasukan Utsmani

23 Ramadhan 1270 H Pada hari ini kekuatan militer Rusia dibawah pimpinan Marsyal Bernes menghentikan kepungannya terhadap kota Selestriya yang terletak di wilayah Qorum, pengepungan yang terjadi selama 35 hari ini tidak membawa dampak yang berarti bagi kekuatan Khalifah Utsmaniyah,walaupun kekuatan militer Rusia mencapai 60 ribuan tentara berhadapan 15 ribu tentara Utsmaniyah yang kebanyakan berasal dari Mesir. Pelajaran yang dapat dipetik adalah kekuatan yang sedikit mampu mengalahkan kekuatan yang besar.

38. Anthokiah jatuh ke tangan kaum Muslimin di bulan Ramadhan

Pemerintahan Anthokiah didirikan oleh Pangeran Wormandi Buwaihimund pada tahun 491 H. Kota ini merupakan kota termegah dengan dikelilingi benteng yang sangat kuat dan dijaga oleh ribuan pasukan secara bergiliran siang dan malam. Walaupun kondisinya demikian kaum Muslimin berhasil menaklukan daerah ini dengan izin Allah Ta’ala dibawah panglima perang Dhohir Bibris. Terhitung empat puluh ribuan mati dan tertawan dari pihak musuh. Kemenangan ini merupakan kemenangan terbesar setelah kemenangan Hitthin. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 14 Ramadhan 666 H

39. Mesir menghancurkan kekuatan Isreal di Suez pada bulan Ramadhan

Pada tanggal 10 Ramadhan yang bertepatan dengan 6 Oktober 1973 tentara Mesir mampu menembus terusan Suez dan menghancurkan benteng Berlif serta menghancurkan kekuatan tentara Israel. Begitupula tentara Suriah mampu membebaskan beberapa wilayahnya dari tangan Israel. Rakyat Mesir mengenang peperangan ini dengan peristiwa Abour.

Setelah peristiwa ini Israel mulai menyadari kekuatan Mesir dan dataran Sinai kembali ke pangkuan Mesir.

40. Proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan dalam bulan Ramadhan

17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dari penjajahan yang telah mendera bangsa yang mayoritas Muslim ini, peristiwa itu terjadi pada Jumat terakhir di bulan Ramadhan.

Kemerdekaan ini amatlah perlu untuk kita syukuri, yaitu dengan melaksanakan perintah Allah Ta’ala. Bukan malah mengesampingkan syari’at yang telah ditetapkan-Nya. [Hanin Mazaya/hidayatullah]

Sumber: Hidayatullah

Jumat, 20 Mei 2011

Inilah Akibatnya jika Iblis Membentangkan Sajadah



Siang menjelang dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu Jum'at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air.

Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah. “ Hai, Blis! “ , panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu. Iblis merasa terusik : “ Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini! “ , jawab Iblis ketus.

“ Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci, Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti! “ , Kiai mencoba mengusir.
“ Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru “ . Kiai tercenung.
“ Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu “ .
“ Dengan apa? “
“ Dengan sajadah! “
“ Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis? “
“ Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar! “
“ Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru,Blis? “
“ Bukan itu saja Kiai... “
“ Lalu? “
“ Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar “
“ Untuk apa? “
“ Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut membentangkan sajadah “ .

Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil.

Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya.

Keduanya masih melakukan sholat sunnah.

“ Nah, lihat itu Kiai! “ , Iblis memulai dialog lagi.
“ Yang mana? “
“ Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka “ .

Iblis lenyap. Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf.

Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah. Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya. Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa. Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat.

Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadian-kejadian itu beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang menerima di bawah. Di atas sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan kelas.

Pemilik sajadah lebar, diindentikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain. Dan pemilik sajadah kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat akan selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa.

Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain. “ Astaghfirullahal adziiiim “ , ujar sang Kiai pelan.

diunggah dari email- jajang.ahmad Fw: [ An-Nuur ]

Selasa, 17 Mei 2011

Putuskan Benang Itu!


Dear Sahabat,

Keberhasilan ditentukan oleh ukuran
keyakinan kita untuk meraih kemenangan!
Ada pepatah mengatakan...
Apa yang sedang kita pikirkan, itulah
yang sedang terjadi, atau akan terjadi.
Oleh sebab itu... latihlah diri, hati, dan
pikiran untuk selalu merespon
hanya pada hal-hal yang positif!
Latihlah ia terus menerus...
bukan hanya sesaat, tapi berkesinambungan...
sepanjang waktu!
Salam hangat dari temanmu,


Putuskan Benang Itu!

Sahabat,
"Seutas benang itu sesungguhnya hanya
ada dalam pikiran Anda!"

Ada kisah nyata tentang seekor gajah.
Sejak kecil ia sudah dirantai kakinya
dengan seutas rantai sepanjang 4 meter.

Apa yang terjadi ketika rantai itu
diganti dengan seutas benang?

Gajah itu tetap saja berkeliling & tidak
berani melangkah keluar dari area
lingkaran 4 meter tersebut!

Dari kisah ini, pelajaran apa yang
bisa kita ambil?
Maaf, saya tidak bermaksud menyamakan
diri kita dengan seekor gajah. :-)

Namun bisa jadi, kita pun memiliki
'keterbelengguan' dengan seutas tali
yang mengikat diri kita!

Kita tidak berani keluar dari zona yang
dianggap nyaman. Meski sesungguhnya,
kita bisa melakukan banyak hal hebat
dari perkiraan kita!

Mari kita jujur pada diri sendiri,
berapa banyak kesempatan yg sebenarnya
hadir, melintas di depan Sahabat, namun
Sahabat tidak mempedulikannya?

Sahabat mungkin menganggap peluang itu
'terlalu tinggi' untuk Sahabat, dan
merasa tidak pantas berada disana.

Atau mungkin Sahabat malah merasa tidak
mampu untuk melakukan hal itu padahal
sama sekali belum pernah mencobanya?

Kita semua tahu, segala hal yang
menurut kita 'begitu hebat', seringkali
tidak selalu seperti yang kita
bayangkan.

Atau hal yang kita anggap sulit,
kadang sebenarnya sangat gampang!

Ada dua kunci dalam hal ini :
1. Sahabat akan bisa jika Sahabat berpikir bisa
2. Sahabat akan gagal jika Sahabat berpikir gagal

So, jangan menyalahkan siapapun jika
kesuksesan belum menghampiri diri kita.
Sebab, faktor utamanya terletak pada
diri kita sendiri.

Oleh sebab itu, perhatikan dengan
seksama, dan tanya pada diri sendiri,
adakah seutas benang yang telah
membelenggu diri kita selama ini?

Jika ya, maka segeralah untuk putuskan
benang itu!

Cobalah bergerak maju dari lingkaran
yang selama ini kita buat dan telah
membelenggu diri kita sendiri!

Peluang itu sebenarnya selalu hadir
kapan saja. Namun, karena kita selalu
saja menutup mata, telinga, dan pikiran
kita, maka peluang itu akan terlewat
begitu saja!

Jika Sahabat masih saja ragu untuk
melangkah, cobalah untuk melatihnya
sedikit demi sedikit. Dan jika Sahabat
sudah yakin, maka segeralah berlari cepat,
keluar dari keterbelengguan Sahabat!

Jika sudah seperti ini, maka siapa lagi
yang diuntungkan, jika bukan Sahabat
sendiri? :-)

(diunggah dari email miftah ahmad)

Sabtu, 19 Maret 2011

Maher Zain - Thank You Allah with Lyrics


Senin, 19 Juli 2010

PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN


BAB I
PENDAHULUAN
Hampir seluruh ahli jiwa sependapat bahwa sesungguhnya kebutuhan pokok manusia tidak hanya merupakan sandang, pangan dan papan, melainkan ada sebuah keinginan yang universal. Seperti halnya kebutuhan akan kekuasaaan dan kinginan tersebut bersifat kodrati yang berkeinginan saling cinta dan dicintai Tuhan.
Seperti halnya hubungan manusia dengan Tuhannya yang biasa disebut dengan ibadah dan hubungan manusia dengan manusia yang biasa disebut dengan sosialisasi. Manusia mengabdikan diri kepadaTuhan sebagai yang mempunyai kekuasaan tertinggi di alam jagat raya.
Keinginan dalam diri manusia mulai dari manusia paling primitive sampai dengan manusia paling modern.
Sehingga muncullah beberapa pertanyaan bagaimana pribadi seseorang mengabdikan diri kepada Tuhan dan apakah semua itu menjadi sumber kejiwaan agama. Semua pertanyaan tersebut menjadi sumber teori tentang kejiwaan agama yang akan dibahas lebih lanjut.

BAB II
PEMBAHASAN
A. TEORI TENTANG SUMBER KEJIWAAN AGAMA
1. TEORI MONISTIK (MONO=SATU)
Pendapat teori ini, bahwa yang menjadi sumber kejiwaan agama adalah satu sumber kejiwaan. Selanjutnya sumber tunggal yang paling dominan dalam kejiwaan menurut sejumlah para ahli yaitu:
a. Thomas Van Aquino
Sumber keagamaan yaitu berfikir. Manusia bertuhan karena manusia menggunakan pikirannya. Hal ini membuat para ahli keagamaan menjadikan hal ini sebagai tolak ukur bahwa berfikir adalah satu-satunya motif yang menjadi sumber agama.
b. Fredrick Hegel
Sumber dari pada agama adalah suatu pengetahuan yang sungguh-sungguh benar dan tempat kebenaran abadi. Berdasarkan hal itu menjadikan bahwa agama merupakan hal atau persoalan yang hanya berhubungan dengan pikiran.
c. Fredrick Schleimacher
Yang menjadi sumber keagamaan yaitu rasa ketergantungan yang mutlak (sence of depend). Dengan adanya ketergantungan ini menusia menganggap dirinya lemah. Dan kelemahan ini lah yang menjadikan manusia tergantung dengan suatu kekuasaan yang berada diluar dirinya. Rasa ketergantungan inilah yang terbentuk adanya konsep tentang tuhan, dan merasa dirinya tidak sanggup dengan apa yang sedang dialami dirinya di alam ini.
d. Rudolf Otto
Yang menjadi sumber kejiwaan agama adalah rasa kagum yang berasal dari yang sama sekali lain (the wholly other).
e. Sigmund Freud
Yang menjadi sumber kejiwaan adalah libido sexual (naluri seksual). Berdasarkan libido timbullah ide tentang keagamaan dan upacara kegamaan setelah melalui proses sebagai berikut:
1. Oedipoes Complex yakni mitos Yunani Kuno yang menceritakan bahwa karena perasaan cinta kepada ibunya Oedipoes membunuh ayahnya, kejadian berikut berawal dari manusia primitif. Mereka bersekongklol untuk membunuh ayah yang berasal dari masyarakat promiscuitas. Setelah ayahnya mati, maka timbullah rasa bersalah (sense of guilt) pada diri anak-anak itu.
2. Father Image (Citra Bapak). Setelah mereka membunuh ayah mereka dan dihantui oleh rasa bersalah itu timbullah rasa penyesalan. Perasaan itu menerbitkan ide untuk membuat suatu cara penebus kesalahan mereka yang mereka lakukan. Timbullah keinginana untuk memuja arwah ayah yang terlah mereka bunuh itu karena khawatir akan pembalasan arwah ayah tersebut. Realisasi pemujaan itu menurutnya sebagai upacara kegamaan.
Jadi dapat disimpulkan menurut Freud agama muncul dari ilusy (khayalan) manusia. Sigmund Freud bertambah yakin akan kebenaran pendapatnya berdasarkan kebencian setiap agama adalah dosa. Dan dalam lingkungannya dalam agama Nasrani Freud menyaksikan kata “Bapak” menjadi untaian setiap doa mereka.
f. William Mac Dougall
Instink yang menjadi sumber keagamaan yang lebih khusus itu tidak ada, melainkan sumber keagamaan yang merupakan seluruh kumpulan-kumpulan dari beberapa instink. Menurut Mac Dougall pada diri manusia terdapat 14 instink.
Akan tetapi para ilmuan membantah jika sumber keagamaan adalah berasal dari instink dengan alasan jika sumber keagamaan berdasarkan dari instink maka jika manusia mendengar suara Azdan maka dengan sendirinya tanpa belajarpun manusia akan langsung pergi ke Mesjid tapi untuk kenyataanya tidak seperti itu.
2. TEORI FAKULTI (Faculty teory)
Teori fakulti berpendapat bahwa tingkah laku manusia tidak hanya bersumber pada faktor yang tunggal tetapi terdiri dari beberapa unsur yang berfungsi memegang peran penting yaitu:
a. Cipta (reason) berperan untuk menentukan benar atau tidaknya ajaran suatu agama berdasarkan pertimbangan intelek seseorang.
b. Rasa (emotion) menimbulkan sikap batin yang seimbang dan positif dalam menghayati kebenaran ajaran agama.
c. Karsa (will) menimbulkan amalan-amalan yang benar atau doktrin keagamaan yang benar dan logis.
3. BEBERAPA PEMUKA TEORI FAKULTI
A. G. M. Straton
G. M. Straton mengemukakan teori konflik bahwa yang menjadi sumber kejiwaan agama adalah adanya konflik dalam kejiwaan manusia, yaitu keadaan berlawanan seperti baik-buruk, moral-imoral, kepasifan-keaktifan, rendah diri dan rasa harga diri menimbulkan pertentangan (konflik) dalam diri manusia.
Jika konflik-itu sudah mencekam dari diri manusia dan mempengaruhi kejiwaannya, maka manusia itu mencari pertolongan kepada suatu pertolongan kekuasaan yang tertinggi (Tuhan). Konflik yang tergantung atas adanya dorongan pokok yang merupakan dorongan dasar (basic-urge), sebagai keadaan yang menyebabkan timbulnya konflik tersebut.
Sigmund Freud berpendapat bahwa dalam setiap organis terdapat dua konflik kejiwaan yang mendasar, yaitu:
a. Life-Urge (berumur panjang) yaitu keinginan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dari keadaan yang terdahulu agar terus berlanjut.
b. Death-Urge (hari akhirat) yaitu keinginan untuk kembali kepada keadaan semula sebagai benda mati (anorganis)
Akan tetapi ekspresi dari pertentangan life-urge dan death-urge menurut pendapat W. H. Clark yaitu merupakan sumber kejiwaan dalam diri manusia. Demikian kenyataan bahwa life-urge membawa penganut agama kearah pandangan yang positif dan liberal. Tetapi, death-urge membawa sikap pasif dan koservativisme (jumud).
B. Zakiah Daradjat
Pendapat yang dikemukakan oleh Zakiah Daradjat pada diri manusia itu terdapat kebutuhan pokok. Unsur-unsur yang dikemukakan yaitu:
1. Kebutuhan akan rasa kasih sayang yaitu kebutuhan manusia yang mendambakan rasa kasih. Akan tetapi pernyataan tersebut dalam bentuk negatifnya dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari.
2. Kebutuhan akan rasa aman merupkan kebutuhan yang mendorong manusia mengharapkan adanya perlindungan.
3. Kebutuhan akan rasa harga diri adalah kebutuhan yang bersifat individual ang mendorong manusia agar dihormati dan diakui keberadaan dirinya oleh orang lain.
4. Kebutuhan akan rasa bebas adalah kebutuhan yang menyebabkan seseorang bertindak secara bebas untuk mencapai kondisi dan situasi rasa lega.
5. Kebutuhan akan rasa sukses merupakan kebutuhan manusia yang menyebabkan manusia tersebut mendambakan rasa keinginan untuk dibina dalam bentuk penghargaan terhadap hasil karyanya.
6. Kebutuhan akan rasa ingin tahu (mengenal) adalah kebutuhan yang menyebabkan manusia selalu meneliti dan menyelidiki sesuatu.
Gabungan dari keenam macam kebutuhan tersebut menyebabkan orang membutuhkan agama.
C. W. H. THOMAS
Yang menjadi sumber kejiwaan agama adalah empat macam keinginan dasar yang ada dalam jiwa manusia, yaitu:
1. Keinginan untuk keselamatan (security)
2. Keinginan untuk mendapatkan penghargaan (recognition)
3. Keinginan untuk ditanggapi (response)
4. Keinginan akan pengetahuan atau pengalaman baru (new experience)
Melalui keinginan yang telah dikemukakan diatas, pada umumnya manusia menganut agama. Melalui ajaran yang dianut secara teratur, dengan menyembah dan mengabdi diri kepada Tuhan, keinginan untuk keselamatan akan terpenuhi.
B. TIMBULNYA JIWA KEAGAMAAN PADA ANAK
Manusia dilahrkan dalam keadaan lemah fisik maupun psikis. Akan tetapi telah memiliki kemampuan bawaan yang bersifat laten yang mempunyai potensi dengan sedikit bimbingan dan pemeliharaan yang mantap, lebih-lebih pada usia dini.
Sesduai dengan prinsip pertumbuhannya, seorang anak menjadi dewasa memerlukan bimbingan sesuai dengan prinsip yang dimilikinya yaitu:
a. Prinsip biologis
Secara fisik anak yang baru dilahirkan dalam keadaan lemah, sehingga segala sesuatunya membutuhkan bantuan dari orang-orang dewasa.
b. Prinsip Tanpa Daya
Berdasarkan Psikis dan fisik seorang anak membutuhkan bantuan orang tuanya myulai sejak lahir sampai dewasa.
c. Prinsip Eksplorasi
Kemantapan dan kesempurnaan perkembangan potensi manusia yang dibawanya sejak lahir, baik jasmani maupun rohani memerlukan pengembangan melalui pemeliharan dan latihan.
Timbulnya Agama Pada Anak
Menurut para ahli anak dilahirkan bukanlah sebagai makhluk yang religius. Adapula yang berpendapat bahwa anak dilahirkan telah membawa fitrah. Fitrah itu berfungsi dikemudian hari melalui proses dan bimbingan dan latihan setelah pada tahap kematangan. Marilah kita kemukakan beberapa teori mengenai pertumbuhan agama pada anak antara lain:
1. Rasa Ketergantungan (sense of dependent)
Bayi yang dilahirkan memiliki empat macam keinginan yaitu:
- keinginan untuk perlindungan (security)
- keinginan akan pengalaman baru (new experience)
- keinginan untuk mendapatkan tanggapan (response)
- keinginan untuk dikenal (recognition)
2. Instink Keagamaan
C. PERKEMBANGAN AGAMA PADA ANAK-ANAK
Menurut penelitian Ernest Harms perkembangan anak-anak melalui beberapa fase, dalam bukunya The Development of Religious on Children, mengungkapkan bahwa perkembangan keagamaan anak-anak melalui tiga tingkatan, yaitu:
D. The fairy tale stage (tingkat dongeng), biasanya berada pada usia 3-6 tahun, karena pada usia ini biasanya konsep mengenai Tuhan dipengaruhi oleh tingkat fantasi dan emosi.
E. The Realistic Stage (Tingkat Kenyataan), biasanya memasuki anak memasuki sekolah dasar yang mana anak didasarkan pada realitas.
F. The Individual Stage (Tingkat Individual), pada tringkat ini anak mempunyai tingkat emosi yang paling tinggi sejalan dengan usia mereka. Konsep individual terdiri dari tiga golongan yaitu:
- konsep ke-Tuhanan yang konvesional dan konservatif dengan dipengaruhi sebagian kecil fantasi. Hal tersebut disebabkan oleh pengaruh luar.
- Konsep ke-Tuhanan yang lebih murni yang dinyatakan dalam pandangan yang bersifat personal (perorangan).
- Konsep ke-Tuhanan yang bersifat humanistik. Agama telah menjadi etos humanis pada diri mereka dalam menghayati ajaran agama. Perubahan ini biasanya dipengaruhi tingkat intern.
Semua itu menunjukan bahwa manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan, dan potensi agama sudah ada sejak lahir. Pada hakikatnya dengan adanya potensi bawaan adalah manusia pada hakikatnya makhluk yang beragama.
D. SIFAT-SIFAT AGAMA PADA ANAK-ANAK
Memahami konsep keagamaan pada anak-anak berarti memahami sifat kegamaan pada anak-anak. Sesuai dengan cirri maka sifat agama pada anak-anak tumbuh melalui pola ideas concept on outhority. Orang tua berpearan penuh dalam eksplorasi yang mereka miliki. Jadi ketaatan yang dimiliki anak-anak dalam beragamanya yang mereka pelajari dari orangtua dan guru mereka. Hal ini menjadikan sifat dan bentuk dan sifat agama pada diri anak dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Unreflective (Tidak mendalam). Dalam penelitian Machion tentang sejumlah konsep ke-Tuhanan pada diri anak, 73% tuhan bersifat sepaerti manusia. Akan tetapi ketajaman anak-anak akan Agama berada sekitar usia 12 tahun baru mengerti sejalan dengan pertumbuhan moral.
2. Egosentris. Seorang anak sadar akan memiliki kesadaran diri sejak tahun pertama usia perkembangannya dan akan berkembang sejalan dengan perertambahan pengalaman.
3. Anthromorphis. Konsep ke-Tuhanan basal dari hasil pengalamannya dikala ia berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Sehingga menghasilkan bentuk fantasi berdasarkan diri pribadi masing-masing.
4. Verbalis dan Ritualis. Latihan-latihan bersifat verbalis dan upacara keagamaan yang bersifat ritualis (praktik) merupakan hal yang berarti dan merupakan salah satu cirri dari tingkat perkembangan agama pada anak-anak.
5. Imitatif. Pendidikan keagamaan (religious peadagogis) sangat mempengaruhi terwujudnya tingkah laku keagamaan (religious behaviour) melalui sifat meniru.
6. Rasa Heran. Rasa heran dan takjub ini adalah sifat ynag terahir yang diperoleh dari cerita-cerita yang menimbulkan rasa takjub.
E. PERKEMBANGAN JIWA KEAGAMAAN PADA REMAJA
1. Perkembangan Rasa Agama
Dalam pembagian tahap maka masa remaja menduduki tahap progresif. Dalam pembagiannya masa remaja agak terurai mencakup masa Juvenilitas (adolescantium), pubertas, dan nubilitas. Perkembangan agama pada para remaja ditandai oelh beberapa fakor perkembangan jasmani dan rohani. Perkembangan tersebut menurut W. Starbuck adalah:
a. Pertumbuhan pikiran dan mental, perkembangan pikiran dan mental ini mempengaruhi sikap keagamaan mereka.
b. Perkembangan Perasaan, berbagai perasaan berkembang pada masa remaja, perasaan social, etis dan estesis mendorong remaja untuk menghayati perikehidupan yang terbiasa dalam lingkungannya.
c. Pertimbangan Sosial, dalam kehidupan kegamaan mereka timbullah konflik antara pertimbangan moral dan material.
d. Perkembangan Moral. Perekembangan moral para remaja bertitik tolak dari rasa berdosa dan usaha untuk mencapai proteksi. Tipe moral mencakupi pada para remaja:
- Self-directive, taat terhadap agama atau moral berdasarkan pertimbangan pribadi.
- Adaptive, menghadapi situasi lingkungan tanpa mengadakan kritik.
- Submissive, meragukan adanya keraguan terhadap ajaran moral dan agama.
- Unadjusted, belum menyakini akan kebenaran ajaran agama dan moral
- Deviant, menolak dasar dan hokum keagamaan serta tatanan moral masyarakat.
e. Sikap dan Minat, terhadap masalah keagamaan sangat kecil dan ini tergantung dari kebiasaan sejak kecil serta lingkungan agama yang mempengaruhi mereka.
f. Ibadah, sebagian para remaja ritual keagamaan (sembahyang) sebagai media komunikasi dengan tuhan dan ada juga yang bearanggapan bahwa Ibadah hanya sebagai ritual meditasi.

F. KONFLIK DAN KERAGUAN
Dari analisis hasil penelitian W. Starbuck menumukan penyebab timbulnya keraguan antara lain:
1. Kepribadian, yang menyangkut salah tafsir dan jenis kelamin.
Salah tafsir disini karena adanya kegagalan akan pertolongan tuhan dan mengakibatkan sifat salah tafsir akan sifat Tuhan Yang Maha pengasih dan Maha Penyayang. Hal ini bisa terjadi pada remaja yang taat beragama. Jika keraguan pada Jenis kelamin dan kematangan menentukan beberapa faktor dalam keagamaan.
2. Kesalahan Organisasi Keagamaan dan Pemuka Agama.
3. Pernyataan Kebutuhan Manusia.
4. Kebiasaan.
5. Pendidikan.
6. Percampuran antara Agama dan Mistik.
Selanjutnya secara individu sering pula terjadi keraguan yang disebabkan beberapa hal diantara lain:
1. Kepercayaan, menyangkut maslah Ke-Tuhanan dan implikasinya terutama (dalam agama Kristen) status ke-Tuhanan sebagai trinitas.
2. Tempat Suci, menyangkut masalah pemuliaan dan pengagungan tempat-tempat suci agama.
3. Alat pelengkapan keagamaan
4. Fungsi dan tugas staf dalam lembaga keagamaan.
5. Pemuka Agama
6. Perbedaan Aliran dalam keagamaan, sekte (dalam aliran Kristen) atau Mazhab (Islam).
Keraguan diatas dapat menimbulkan konflik yang muncul dalam diri remaja diantaranya:
1. Konflik yang terjadi antara percaya dan ragu.
2. Konflik yang terjadi antara pemilihan satu diantara dua macam agama atau ide keagamaan serta lembaga keagamaan.
3. Konflik yang terjadi oleh pemilihan antara ketaatan beragama atau sekularisme.
4. Konflik yang terjadi antara melepaskan kebiasaan masa lalu dengan kehidupan kegamaan yang didasarkan antara petunjuk ilahi.
Tingkat keyakinan dan ketaatan beragama para remaja, sebenarnya banyak tergantung dari mereka menyelesaikan keraguan dan konflik batin yang terjadi dalam diri. Usia remaja adalah usia yang rawan yang mempunyai karakteristik khusus dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Secara fisik anak remaja dapat tumbuh pesat seperti orang dewasa bahkan penampilan juga bisa bersikap dewasa tetapi secara psikologi belum. Berdasarkan dari pendekatan itu diharapkan para remaja akan melihat bahwa agama bukan hanya sekedar lakon ritual semata.

BAB III
PENUTUP
Melalui pendekatan dan pemetaan nilai-nilai ajaran agama yang lengkap dan utuh seperti itu, setidaknya akan memberi kesadaran baru bagi remaja dan anak-anak. Dengan demikian diharapkan remaja dan anak-anak dapat termotifasi untuk mengenal ajaran agama dalam bentuk yang sebenarnya. Agama yang mengandung nilai-nilai ajaran yang sejalan dengan fitrah manusia, universal, dan bertumpu pada pembentukan sikap akhlak mulia.

Penyegaran

Koleksiku