Jumat, 16 Juli 2010

FUNGSI DAN PERANAN PENGEMBANGAN KURIKULUM


BAB I
PENDAHULUAN
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman belajar mengajar. Seluruh lingkungan pendidikan adalah kurikulum, atas dasar definisi tersebut maka dapat dikatakan fungsi kurikulum dan mengarah kepada komponen-komponen tujuan. Sehingga apa yang ditulis oleh penulis sesuai dengan tujuan.
Selain fungsi yang merupakan upaya untuk mencapai tujuan, peranan pengembangan kurikulum yang terkait dalam melaksanakan tugas dan tujuan yang ingin dicapai.

BAB II
PEMBAHASAN
A. FUNGSI KURIKULUM
B. PERANAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
A. Fungsi Kurikulum
A.a. Pengertian Fungsi Kurikulum
Pengertian secara etimologi Fungsi berasal dari bahasa Inggris function. Dalam bahasa Indonesia fungsi dapat dikatakan dengan jabatan / kedudukan jika fungsi sebagai objek, akan tetapi jika dijadikan suatu subjek fungsi sebagai alat. Secara terminologi fungsi adalah kegunaan / manfaat. Dari pengertian diatas dapat diperoleh pengertian kurikulum, yaitu sebagai suatu daya guna yang merupakan seluruh kompenen yang ada mengarah kepada pendidikan, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar.
A.b. Pembahasan Fungsi Kurikulum
Pengembangan kurikulum sekolah yang terkait dalam pendidikan baik langsung dan tidak langsung yaitu, guru, kepala sekolah, penulis bahan ajar, masyarakat (Langsung) dan sarana dan prasarana. Komponen ini yang secara langsung merencanakan materi, metode dan fungsi penyelenggaraan pendidikan. Berikut akan dipaparkan seberapa jauh keterlibatan secara langsung dalam melaksanakan kurikulum.
1. Fungsi kurikulum bagi para penulis.
2. Fungsi kurikulum bagi guru,
3. Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah;
4. Fungsi kurikulum bagi masyarakat;
1. Fungsi Kurikulum bagi Penulis.
Para penulis bahan ajar terlebih dahulu membuat analisis intruksional, untuk membuat berbagai pokok bahasan maupun sub bahasan. Selanjutnya menyusun Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP) untuk mata pelajaran tertentu, baru berbagai sumber bahan yang relevan yaitu, bahan cetak yang diperoleh dari nara sumber, pengalaman penulis dan lingkungan. Akan tetapi semuanya itu tidak dapat digunakan untuk bahan pelajaran.
Kriteria-kriteria bahan ajar yang mendapatkan pertimbangan yaitu;
a. Bahan hendaknya yang bersifat pedagogis, yaitu yang bersifat normatif.
b. Bahan hendaknya bersifat Psikologis, yaitu dapat memperhatikan sifat dan kejiwaan anak-anak.
c. Bahan hendaknya disusun secara ditatis, yaitu dapat diorgaisir sehingga mudah untuk diajarkan.

d. Bahan hendaknya bersifat sosiologis, yaitu bahan jangan sampai kontroversional dengan keadaan masyarakat sekitar.
e. Bahan hendaknya bersifat yuridis, yaitu tidak bertentangan dengan UUD'45, GBHN, UU Sistem Pendidikan Nasional, peraturan pemerintah No. 27,28, 28 dan 30. dan tidak berentangan dengan peraturan yang lain.
Kriteria seorang penulis hendaknya bahan yang dibuat sesuai dengan kelas dan kemampuan masing-masing. Dan kurikulum hendaknya buku untuk bahan pembuatan kurikulum, yang disusun oleh tim yang berwenang.
2. Fungsi Kurikulum Bagi guru
Bagi guru baru yang perlu ditanyakann pertama adalah kurikulumnya, selanjutnya Garis-garis Besar Program Pengajaran, selanjutnya guru mencari dari berbagai sumber yang relevan atau yang telah ditentuakan oleh Depdiknas. Sesuai dengan fungsi kurikulum maka guru mestinya mencermati tujuan pendidikan yang akan dicapai oleh lembaga pendidikan dimana ia bekerja. Oleh karena itu fungsi kuri kulum harus sejalan dengan apa yang ingin dicapai dengan tujuan yang sama agar sejalan.
3. Fungsi Kurikulum Sebagi kepala Sekolah.
Bagi kepala sekolah yang baru yang dipelajari pertama kali yaitu tujuan lembaga yang akan dipimpinnya. Kemudian mencari kurikulum yang sekarang dipelajari terutama pada buku-buku petunjuk pelaksanaan, selanjutnya tugas kepala sekolah melakukan supervisi kurikulum, yaitu semua yang dilakukan supervisor.
4. Fungsi Kurikulum bagi Masyarakat.
Kurikulum adalah alat produsen dari sekolah, sedangkan masyarakat adalah sebagai konsumennya. Fungsi kurikulum sekolah jenis yang diharapkan masyarakat adalah:
1. Pendidikan umum kurikulumnya mengutamakan perluasan pengetahuan dan peningkatan keterampilan dengan pengkhususan yang diwujudkan pada tingkat-timgkat akhir masa pendidikan.
2. Pendidikan kejuruan kurikulumnya mempersiapkan peserta didik dapat bekerja dalam bidang tertentu dio masyarakat.
3. Pendidikan luar biasa kurikulumnya disediakan bagi peserta didik yang menyandang kelainan untuk disiapkan agar dapat menyesuaikan dalam kehidupan masyarakat.
4. Pendidikan kedinasan kurikulumnya disiapkan oleh suatu Departement Pemerintahan atau Lembaga Pemerintahan Non Departement dengan maksud untuk meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan tugas kedinasan nanti.
5. Pendidikan keagamaan kurikulumnya menyiapkan penguasaan pengetahuan khusus pendidikan agama yang bersangkutan dengan harapan lulusannya dapat menjadi pembinaan agama yang baik di masyarakat.
6. Pendidikan akademik kurikulumnya menyiapkan penguasaan ilmu pengetahuan agar lulusannya dapat menjadi pioner-pioner pembangunan atas dasar konsep yang tanguh.
7. Pendidikan profesional kurikulumnya menyiapkan penerapan tertentu, dengan harapan lulusannya dapat bekerja secara profesional di masyarat.
Menurut Hilda Taba Fungsi Kurikulum sebagai transmisi (mengawetkan dan meneruskan kebudayaan), transformasi (mengadakan perubahan atau rekonstruksi sosial), dan pengembangan individu (aktualisasi diri).
B. PERANAN PENGEMBANGAN KURIKULUM.
Peranan pengembangan kurikulum sebagai pengembngan proses kognitif bertujuan mengembangkan kemampuan mental antara lain dapat ditransfer atau diterapkan pada bidang-bidang lain. Ilmu jiwa melakukannya dengan melatih daya mental.
Peranan kurikulum juga sebagai teknologi berusaha memberikan dasar ilmiah kepada proses mengajar yang selama ini terlampau banyak merupakan seni.teknologi Pendidikan memiliki dua Aspek yakni, Hard-were dan softwere, semua hal ini untuk mengontrol seluruh proses kurikulum agar tujuan spesifik dalam kelakuan yang diamati dan dikontrol.
Kurikulum sebagai aktualisasi diri atau sering disebut dengan humanistik, kurikulum ini lebih mengutamakan individu sebagai unsur setral
Kurikulum sebagai rekonstruksi sosial yang bertujuan untuk mengubah kelakuan individu, pengetahuan, sikap, dan nilai-nilai serta ketrampilannya.
Pendidikan selalu menuju masa depan sekalipun menggunakan masa lampau dan masa kini.
Kurikulum sebagai rasionalisme akademik apapun tujuan-tujauan yang ingin dicapai dalam pendidikan, tiap orang tua memandang sekolah terutama sebagai tempat anak memperoleh berbagai ilmu pengetahuan tanpa fungsi itu eksistensi sekolah kehilangan dasarnya yang paling utama. Kurikulum rasionalisme akademik dipandang kurang memperhatikan masalah-masalah sosial yang tidak dapat dipecahkan berdasarkan satu disiplin.
Dalam p[rektek pengajaran biasanya diusahakan memanfaatkan kebaikan berbagai konsep kurikulum tanpa memilih salah satu konsep secara ketat dan kaku.

BAB III
PENUTUP
Fungsi kurikulum sebagai langkah awal untuk seorang guru sebelum mengajarkan materi pembelajaran yang hendak disampaikan oleh siswanya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh yayasan, pendidik dan masyarakat. Sehingga peranan kurikulum juga sebagai dasar struktur disiplin, yang mengatur dan mengendalikan perkembangan sosial.








Dafrtar Pustaka,
Nasution, S. Pengembangan Kurikulum, Bandung, Penerbit Alumni. 1987, Cet ke-II
Dakir, Prof. Drs. H. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, Jakarta. Rineka Cipta. 2004. Cet Ke-I

0 komentar:

Poskan Komentar

Penyegaran

Koleksiku